Sunday, June 24, 2007

Jalur alternatif

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memetakan sedikitnya 35 ruas jalan Ibu Kota sebagai jalur alternatif terkait pembangunan Bus Way Koridor VIII, IX dan X pada bulan Juli. “Ruas jalan tempat dibangunnya busway tetap dibuka, tapi penguna jalan bisa menggunakan jalur alternatif itu, ” kata Kepala Sub Dinas Tehnik Lalu Lintas Dinas Perhubungan M Akbar di Jakarta akhir pekan lalu (22/06).

Saat pembangunan Koridor IX (Pinang Ranti - Pluit) warga bisa menggunakan jalur alternatif Jalan Lubang Buaya, Jalan Setu dan Jalan Bambu Apus. Antara Cawang – Kuningan yaitu Jalan Oto Iskandar Dinata dan Casablangka. Antara Semanggi-Slipi yaitu Jalan Penjernihan, KS Tubun, KH Mas Mansyur dan DR Satrio. Antara Grogol – Pluit yaitu, Jalan Daan Mogot, Tubagus Angke, Kampung Gusti, Bandengan dan Jalan Gedung Pejuang.

Read More...

Thursday, June 7, 2007

Akan ada 24 halte di koridor 9

Koridor IX direncanakan dibangun halte di 24 titik, diantaranya halte UKI, halte PGC, halte BAKN dan halte Jembatan Dua.
Koridor IX panjang lintasannya mencapai 29,9 kilometer, dengan rute meliputi Terminal Pinang Ranti-Jl Pondok Gede Raya-Jl Raya Bogor-Jl Mayjend Sutoyo-Jl MT Haryono-Jl Gatot Subroto-Jl S Parman-Jl Prof Latumeten-Jl Jembatan Dua-Jl Jembatan Tiga-Pluit PP.

Read More...

Saturday, May 5, 2007

Denah rute koridor 9

Pluit - Pinang Ranti

Koridor sepanjang 29,9 kilometer ini akan dioperasikan pada April 2008 bersamaan dengan Koridor 8 (Harmoni - Lebak Bulus) dan Koridor 10 (Tanjung Priok - Cililitan).

Rutenya adalah : Pinang Ranti - Pondok Gede Raya - Raya Bogor - Mayjen Sutoyo - MT Haryono - Jl Gatot Subroto - S Parman - Prof Latumeten - Jembatan Dua - Jembatan Tiga
- Pluit

Read More...

Thursday, April 5, 2007

Koridor 8-10 mula dibangun

Pembangunan fisik busway koridor 8 sampai 10 mulai dilaksanakan Juni 2006. Pada akhir tahun ini ditargetkan rampung sehingga pada 2008 masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan bus tanpa hambatan itu di sepuluh koridor.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Ritola Tasmaya, mengatakan pembangunan jalur bus TransJakarta untuk koridor 8 (Lebak Bulus-Harmoni), 9 (Pinang Ranti-Pluit), dan 10 (Cililitan-Tanjung Priok) sudah pasti berjalan. Hambatan yang sempat mengakibatkan koridor 8 tidak jadi dibangun tahun ini dikatakannya dapat diatasi.

Sebelumnya memang Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta penangguhan pembangunan koridor 8. Alasannya di Arteri Pondok Indah, yang akan dilewati busway koridor 8, sedang dibangun under pass. Pembangunan under pass dan busway dikhawatirkan menambah kemacetan sehingga merugikan pengguna jalan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Nurachman, menjelaskan hambatan di koridor 8 diatasi dengan pembangunan berkonsep simultan. Artinya, dilakukan dulu pembangunan under pass baru merampungkan jalur fisik busway yang berada di bawah tanah itu. "Nanti kalau under pass jadi tinggal ditambah separator saja," ujar dia, Rabu (4/4).

Anggaran pembangunan busway sebesar Rp 180 miliar merupakan tanggung jawab Dinas Perhubungan. Tugas dinas ini antara lain menyediakan separator jalan, jembatan penyeberangan orang, dan halte. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Wisnu Subagyo Yusuf, menambahkan dana pembangunan fisik untuk tiga koridor itu akan menghabiskan APBD sebesar Rp 350 miliar. Rinciannya Rp 123 miliar untuk koridor 8, Rp 106 miliar bagi koridor 9, dan Rp 97 miliar untuk koridor 10.

Dinas PU sedang melakukan proses lelang bagi kontraktor pembangunan fisik busway. "Nanti kontraktor setiap koridor akan berbeda-beda," kata Wisnu. Dengan tiga koridor baru, total panjang jalur busway nanti menjadi 162,95 kilomter.

Keputusan mengenai pembangunan tiga koridor busway merupakan hasil pertemuan pimpinan dewan dengan gubernur DKI Jakarta. "Gubernur memang minta supaya koridor 8 tetap dibangun," ujar Ketua DPRD DKI Jakarta, Ade Surapriatna. Menurut gubernur, penangguhan pembangunan koridor 8 akan menghambat rencana jaringan busway secara keseluruhan.

Namun persetujuan DPRD dibarengi dengan catatan bagi Dinas Perhubungan. Ade mengatakan Dinas Perhubungan harus mencari solusi pengalihan lalu lintas untuk menghindari kemacetan. ''Nanti pelaksanaannya kita lihat, bila timbul masalah tentu akan ada evaluasi lebih lanjut."

Koridor 8 bakal beroperasi di jalur sepanjang 26 kilometer. Rencananya koridor 8 dilengkapi dengan 17 titik halte. Koridor ini dimulai di Terminal Lebak Bulus melalui Jalan Metro Pondok Indah kemudian Jalan Panjang berlanjut ke Daan Mogot, S Parman, dan berakhir di Harmoni.

Sedang koridor 9 berjalan sepanjang 29,9 kilometer dengan 24 titik halte. Berawal di Terminal Pinang Ranti berlanjut ke Jalan Raya Bogor, Mayjend Sutoyo, MT Haryono, Gatot Subroto, S Parman, Prof Latumeten, Jembatan Tiga, dan berakhir di Pluit.

Terakhir adalah koridor 10 dengan panjang 19 kilometer. Koridor yang paling pendek diantara dua koridor baru lainnya direncanakan memiliki 15 titik halte. Bus TransJakarta di koridor 10 ini melaju dari Cililitan melewati Mayjend Sutoyo, DI Panjaitan, Ahmad Yani, Yos Sudarso, Enggano, dan terakhir di Terminal Tanjung Priok. ind Republika Online

Fakta Angka

Rp 350 miliar
Biaya untuk pembangunan fisik tiga koridor busway

Read More...